Minggu, 11 Maret 2012

Mendidihkan Air dalam Mangkuk Kertas


LAPORAN PRAKTIKUM
IPA 1
Mendidihkan Air dalam Mangkuk Kertas"





Disusun Oleh:
KELOMPOK 5
1. Elsa Afifah Lusiana D 005
2. Estianingrum 012
3. Dita wulandari 017
4. Anna Nurfitriani 023
5. purwani febriyanti 037
6. Dwi sutanti 038


PROGRAM STUDI PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
2011






A.      JUDUL PRAKTIKUM
            Mendidihkan Air dalam Mangkuk Kertas

B.       TUJUAN PRAKTIKUM
1.      Melalui praktikum ini diharapkan mahasiswa menguasai keterampilan proses dan metode ilmiah
2.      Mengetahui peristiwa mendidihkan air dengan menggunakan mangkok kertas.

C.      RUMUSAN MASALAH
     Apakah air dalam mangkok kertas dapat mendidih sebelum kertas terbakar?

D.      HIPOTESIS
            Berdasarkan rumusan masalah disusnn hipotesis sebagai berikut :
1.    Kertas tidak akan terbakar karena panas yang diterima dari api di teruskan ke air.
2.    Kertas dan air merupakan penghantar panas yang buruk.

E.       KAJIAN PUSTAKA
Kalor adalah energi yang dipindahkan akibat adanya perbedaan temperatur. Sedangkan energi dalam (termis) adalah energi karena temperaturnya. Satuan kalor adalah kalori dimana, 1 kalori adalah kalor yang diperlukan untuk menaikkan temperatur 1 gr air dari 14,5 C menjadi 15,5 C.
Dalam sistem British, 1 Btu  (British Thermal Unit)  adalah kalor untuk menaikkan temperatur 1 lb air dari 63 F menjadi 64 F.
                    1 kal = 4,186 J = 3,968 x 10-3 Btu
                    1 J = 0,2389 kal = 9,478 x 10-4 Btu
                    1 Btu = 1055 J = 252,0 kal
Suatu bahan biasanya mengalami perubahan temperatur bila terjadi perpindahan kalor antara bahan dengan lingkungannya. Pada suatu situasi tertentu, aliran kalor ini tidak merubah temperaturnya. Hal ini terjadi bila bahan mengalami perubahan fasa. Misalnya padat menjadi cair (mencair), cair menjadi uap (mendidih) dan perubahan struktur kristal (zat padat). Energi yang diperlukan disebut kalor transformasi.

·           Perpindahan Kalor
Bila dua benda atau lebih terjadi kontak termal maka akan terjadi aliran kalor dari benda yang bertemperatur lebih tinggi ke benda yang bertemperatur lebih rendah, hingga tercapainya kesetimbangan termal.
Proses perpindahan panas ini berlangsung dalam 3 mekanisme, yaitu : konduksi, konveksi dan radiasi.
1.    Konduksi
Konduksi adalah perpindahan kalor melalui suatu zat tanpa disertai perpindahan partikel-partikel zat tersebut. Berdasarkan daya hantar kalor, benda dibedakan menjadi dua, yaitu:
§  Konduktor
Konduktor adalah zat yang memiliki daya hantar kalor baik. Contoh : besi, baja, tembaga, aluminium, dll
§  Isolator
Isolator adalah zat yang memiliki daya hantar kalor kurang baik. Contoh : kayu, plastik, kertas, kaca, air, dll
Proses perpindahan kalor secara konduksi bila dilihat secara atomik merupakan pertukaran energi kinetik antar molekul (atom), dimana partikel yang energinya rendah dapat meningkat dengan menumbuk partikel dengan energi yang lebih tinggi.

Sebelum dipanaskan atom dan elektron dari logam bergetar pada posisi setimbang. Pada ujung logam mulai dipanaskan, pada bagian ini atom dan elektron bergetar dengan amplitudi yang makin membesar. Selanjutnya bertumbukan dengan atom dan elektron disekitarnya dan memindahkan sebagian energinya. Kejadian ini berlanjut hingga pada atom dan elektron di ujung logam yang satunya. Konduksi terjadi melalui getaran dan gerakan elektron bebas.
2.      Konveksi
Konveksi adalah perpindahan kalor pada suatu zat yang disertai perpindahan partikel-partikel zat tersebut. Konveksi terjadi karena perbedaan massa jenis zat. Peristiwa konveksi, antara lain:
§  Pada zat cair karena perbedaan massa jenis zat, misal sistem pemanasan air, sistem aliran air panas.
§  Pada zat gas karena perbedaan tekanan udara, misal terjadinya angin darat dan angin laut, sistem ventilasi udara, untuk mendapatkan udara yang lebih dingin dalam ruangan dipasang AC atau kipas angin, dan cerobong asap pabrik.
Description: http://www.crayonpedia.org/wiki/images/7/74/Kalorr_22.jpg

gambar 1
Description: http://www.crayonpedia.org/wiki/images/7/75/Kalorr_23.jpg

gambar 2

Air yang menyentuh bagian bawah gelas kimia tersebut dipanasi dengan cara konduksi. Akibat air menerima kalor, maka air akan memuai dan menjadi kurang rapat. Air yang lebih rapat pada bagian atas itu turun mendorong air panas menuju ke atas. Gerakan ini menimbulkan arus kon-veksi. Pada bagian zat cair yang dipanaskan akan memiliki massa  jenis menurun sehingga mengalir naik ke atas. Pada bagian tepi zat cair yang dipanaskan konveksi yang terjadi seperti ditunjukkan pada gambar 1. Pada bagian tengah zat cair yang dipanaskan, konveksi yang terjadi seperti ditunjukkan pada gambar 2.
Apabila kalor berpindah dengan cara gerakan partikel yang telah dipanaskan dikatakan perpindahan kalor secara konveksi. Bila perpindahannya dikarenakan perbedaan kerapatan disebut konveksi alami (natural convection) dan bila didorong, misal dengan fan atau pompa disebut konveksi paksa (forced convection).
Besarnya konveksi tergantung pada :
a.         Luas permukaan benda yang bersinggungan dengan fluida (A).
b.         Perbedaan suhu antara permukaan benda dengan fluida (DT).
c.         koefisien konveksi (h), yang tergantung pada :
        # viscositas fluida
        # kecepatan fluida
        # perbedaan temperatur antara permukaan dan fluida
        # kapasitas panas fluida
        # rapat massa fluida
        # bentuk permukaan kontak

        Konveksi :                   H = h x A x DT

3.      Radiasi
Radiasi adalah perpindahan kalor tanpa melalui zat perantara. Pada proses radiasi, energi termis diubah menjadi energi radiasi. Energi ini termuat dalam gelombang elektromagnetik, khususnya daerah inframerah (700 nm - 100 mm). Saat gelombang elektromagnetik tersebut berinteraksi dengan materi energi radiasi berubah menjadi energi termal.
Untuk benda hitam, radiasi termal yang dipancarkan per satuan waktu per satuan luas  pada temperatur T kelvin adalah :
                                E = es T4.    
dimana s : konstanta Boltzmann : 5,67 x 10-8 W/ m2 K4.
             e : emitansi (0 £ e £ 1)

F.       METODE PRAKTIKUM
1.             Tempat dan Waktu Praktikum
     Tempat        : Laboratorium IPA 2
     Waktu         : 07.00-08.40 WIB

2.             Alat dan Bahan

a.                      Air
b.                     Kertas
c.                      Termometer
d.                     Penggaris
e.                      Cutter
f.                      Kaki tiga
g.                     Asbes
h.                     Kompor spiritus
i.                       Alat tulis


3.             Prosedur Praktikum
  •  Meyiapkan alat dan bahan
  • membuat sketsa jaring-jaring kertas dengan ukuran 3x3x3 cm untuk membentuk kertas menjadi kbus terbuka yang dalam praktikum ini digunakan sebagai mangkuk kertas.
  • mengisi kotak kertas tersebut dengan air secukupnya
  • mengukur suhu air di dalam kotak sebelum dipanaskan menggunakan ertas yang diberi tanda.
  • memanaskan kotak kubus yang telah di beri air diatas kaki tiga yang dibawahnya diletakkan bunsen dan kasa
  • mencatat perubahan suhu tiap menitnya
  • mengamati perubahan yang terjadi
  • menuliskan hasi pengamatan dalam tabel asil pengamatan



G.    HASIL PENGAMATAN
1.      Pada kotak kertas dengan volume air (3x3x1) cm3

Waktu (menit)
Suhu (oC)
Keadaan
Awal
30
Air tidak bocor dan mengisi kotak kertas dengan baik. Dengan tinggi air dalam kotak kertas sebesar 1 cm.
1
57
Masih belum terlihat perubahan apapun. Kondisi kotak kertas yang terisi air masih baik.
2
72
Muncul gelembung-gelembung di dasar kotak kertas
3
78
Gelembung yang muncul semakin banyak
4
79
Gelembung yang berada pada dasar tersebut semakin membesar
5
81
Gelembung semakin banyak dan muncul uap
6
82
Gelembung juga muncul pada dinding-dinding kotak kertas
7
83
Semua gelembung semakin bertambah besar
8
82
Muncul uap yang samakin banyak
9
85
Gelembung-gelembung pecah
10
85
Airnya semakin menyusut
11
85
Air mendidih, air menyusut dengan sisa air 4 mm


Kertas dengan air
Deskripsi
Volume air ( cm3)
Suhu
Waktu mendidih
Sebelum di didihkan
Air tidak bocor dan mengisi kotak kertas dengan baik
3x3x1
30oC

Sesudah di didihkan
Kotak kertas basah dan tidak kaku lagi. Volume air berkurang.
3x3x0,4
85oC
11 menit


     







1.      Pada kotak kertas dengan volume air (3x3x2) cm3

Waktu (menit)
Suhu (oC)
Keadaan
Awal
31
Air tidak bocor dan mengisi kotak kertas dengan baik. Dengan tinggi air dalam kotak kertas sebesar 2 cm.
1
34
Masih belum terlihat perubahan apapun. Kondisi kotak kertas yang terisi air masih baik.
2
40
Masih belum terlihat perubahan apapun. Kondisi kotak kertas yang terisi air masih baik.
3
46
Masih belum terlihat perubahan apapun. Kondisi kotak kertas yang terisi air masih baik.
4
52
Mulai tampak adanya perubahan
5
61
Muncul sedikit gelembung di dasar kotak kertas
6
69
Gelembung-gelembungnya semakin bertambah
7
73
Semakin banyak gelembung di dasar kotak kertas
8
75
Muncul uap, ait terlihat menyusut
9
77
Muncul gelembung di dinding-dinding kotak kertas
10
76
Gelembung semakin banyak dan membesar, uapnya juga semakin banyak
11
78
Airnya menyusut
12
76
Tinggi air tinggal 1 cm
13
77
Gelembung-gelembung air semakin membesar hamper pecah, uapnya semakin banyak
14
78
Air menyusut tinggal 7 mm
15
79
Gelembung-gelembung air pecah
16
79
Air mendidih, air menyust dan sisaairnya 5 mm

Kertas dengan air
Deskripsi
Volume air ( cm3)
Suhu
Waktu mendidih
Sebelum di didihkan
Air tidak bocor dan mengisi kotak kertas dengan baik
3x3x2
31oC

Sesudah di didihkan
Kotak kertas basah dan tidak kaku lagi. Volume air berkurang.
3x3x0,5
79oC
16 menit











  1. Grafik hubungan antara waktu dan suhu
a.              Untuk volume air (3x3x1) cm3
b.             Untuk volume air (3x3x2) cm3




PEMBAHASAN
Praktikum IPA yang berjudul mendidihkan air dalam mangkuk kertas ini bertujuan agar  mahasiswa menguasai keterampilan proses dan metode ilmiah. Dalam praktikum ini dibutuhkan alat dan bahan seperti air, kaki tiga, kassa, bunsen, lem kertas, penggaris, thermometer 1000C, kertas kardus snack, stopwatch dan gunting.

Langkah kerja yang dilakukan pada praktikum ini adalah menyiapkan alat bahan. Praktikan menyiapkan kertas kardus snack untuk dibuat bentuk kubus. Dalam membuatnya praktikan terlebih dahulu menggambar jaring-jaring kubus dan membentuknya menjadi kubus dengan bagian atas terbuka. Kemudian mengisi kotak kertas tersebut dengan air yang akan didihkan. Pertama diberi perlakuan dengan mengisi air dengan volume yang berbeda pada dua kotak kardus tersebut. Kotak kertas yang pertama diisi air setinggi 2 cm dan kotak kertas kedua diisi dengan air setinggi 1 cm. Setelah itu, kotak kertas yang telah diisi air di taruh di atas kassa yang sudah ditaruh di atas kaki tiga. Selanjutnya menyalakan api bunsen dan menunggu air hingga mendidih. Mencatat suhu dan perubahan-perubahan yang terjadi pada setiap menitnya.

Pada pengamatan yang pertama yaitu dengan volume air (3x3x1) cm3 dengan suhu awal 30oC keadaan airnya setelah dimasukkan pada kotak kertas tidak bocor atau merembes dan air dapat mengisi kotak kertas dengan baik. Setelah itu dilakukan pengamatan pada setiap menitnya. Untuk menit pertama yaitu pada suhu 57 oC belum terlihat perubahan apaun pada kotak kertas yang terisi air tersebut. Dan kotak tersebut masih dalam kondisi baik. Selanjutnya pada menit ke-2 yaitu pada suhu 72 oC, mulai muncul gelembung-gelembung di dasar kotak kertas. Namun, gelembung yang muncul masih sedikit dan kecil-kecil. Pada menit ke-3 dengan suhu 78 oC ini gelembung yang muncul di dasar kotak kertas semakin banyak dan bentuknya mulai mengalami perubahan. Kemudian pada menit ke-4 yaitu dengan suhu 79 oC, gelembung-gelembung yang berada pada dasar kotak kertas mulai bertambah banyak dan semakin membesar. Begitu pula yang terjadi pada menit ke-5 pada suhu 81 oC dan muncullah uap. Untuk menit ke-6 pada suhu 82 oC, gelembung-gelembung juga muncul pada dinding-dinding samping kotak kertas. Untuk menit ke-7, suhunya bertambah menjadi 83 oC dengan keadaan semua gelembung baik yang ada di dasar maupun di samping kotak kertas semuanya semakin bertambah besar. Tetapi pada menit ke-8 ini suhunya mengalami penurunan menjadi 82 oC. Namun, uap yang muncul semakin bertambah banyak. Dan suhunya pun mulai naik lagi pada menit ke-9 dengan suhu 85 oC. Pada suhu tersebut gelembung-gelembung yang membesar tadi pecah dan airnya menyusut. Pada menit ke-10 dan ke-11 suhunya setimbang yaitu masih 85 oC dengan keadaan airnya yang mendidih dan air yang menyusut dengan sisa air hanya 4 mm dari keadaan semula yaitu 2 cm. Berarti tinggi air yang hilang sebanyak 1,6 cm. Jadi, untuk pengamatan yang pertama pada kotak kertas dengan volume air (3x3x1) cm3 ini mendidih pada suhu 85 oC dengan sisa air yaitu 4 mm atau 0,4 cm.
Pada pengamatan kedua, kotak kertas  berbentuk kubus dengan ukuran yang sama yaitu 3x3x3 cm diisi dengan air volumenya 3x3x2 cm2. Dengan tinggi air dalam kotak kertas sebesar 2 cm. Mengukur suhu awal dari air tersebut setelah dimasukkan di dalam kotak kertas sebelum pemanasan. Berdasarkan pengukuran diperoleh suhu awal sebesar 31o. Pada awal dimasukannya air dalam kotak kertas, air tidak bocor dan mengisi kotak kertas dengan baik. Hal ini dimungkinkan karena dalam membuat kotak kertas yang berbentuk kubus tersebut tidak memotong pada bagian sisinya sehingga pada ujung-ujung kotak kertas tidak ada lubang untuk air keluar. Kemudian kotak kertas yang berisi air ditempatkan diatas api kompor spiritus yang telah diberi asbes. Setelah menit pertama suhu menunjukkan 34o. Pada menit pertama ini, masih belum terlihat perubahan apapun dan kondisi kotak kertas yang terisi air setinggi 2 cm pun masih seperti awalnya. Suhu pada saat menit kedua menunjukkan kenaikan yaitu 40o. Sama halnya dengan menit pertama, pada menit kedua belum menunjukkan perubahan apapun dan kondisi dari kotak kertas juga air masih baik. Pada menit ketiga, suhunya naik menjadi 46o namun keadaannya masih sama seperti awal pengamatan dan belum terjadi perubahan. Kertas sebagai wadah air tidak terbakar dan masih utuh. Pada menit keempat suhu mengalami kenaikan lagi menjadi 52o. Pada menit ini mulai terlihat perubahannya namun hanya sedikit yaitu muncul 2 gelembung. Saat menit kelima, suhu menunjukkan 61o dan pada dasar kotak kertas muncul gelembung gelembung yang lebih banyak. Gelembung bertambah banyak saat suhu menunjukkan angka 69o­­ pada menit ke enam. Suhu bertambah tinggai saat menit ketujuh yaitu 73o­­. Pada menit ini, gelembung pada dasar kotak kertas semakin bertambah banyak namun kertas tidak menunjukkan tanda-tanda terbakar. Untuk menit ke delapan, suhu menunjukkan 75o­­­ dan terjadi perubahan berupa uap air yang keluar dari air di dalam kotak kertas. Saat menit ini, air yang ada di dalam kotak kertas terlihat menyusut dikarenakan terjadi penguapan sehingga air pada kotak kertas berkurang volumenya. Untuk menit ke sepuluh, suhu air menjadi 76o dan gelembung pada air di dalam kotak kertas bertambah besar begitu juga penguapannya yang bertambah banyak. Menit ke sebelas menunjukkan perubahan suhu menjadi 78o dan air dalam kotak kertas semakin menyusut. Pada menit selanjutnya yaitu menit ke duabelas suhu air pada kotak kertas yang dipanaskan mengalami perubahan yaitu berkurangnya suhu menjadi 76o. Pada menit ini, tinggi air tinggal 1cm dimana volume air berkurang 1cm melalui penguapan.  Untuk menit ke tiga belas, suhu naik 1o menjadi 77o dan gelembung-gelembung air semakin membesar dan hampir pecah, uapnya semakin banyak dan kotak kertas tidak terbakar. Menit ketigabelas menunjukkan kenaikan suhu menjadi 78o dan air di dalam kotak kertas mengalami penyusutan volume dimana tingginya menjadi 7mm. untuk menit ke lima belas, suhu naik lagi menjadi 79o dan gelembung- gelembung air pecah. Dan terakhir pada menit ke enam belas suhu tetap pada suhu 79o dimana air pada kotak kertas telah mendidih dan mengalami penyusutan sehingga tinggi air dalam kotak kertas tinggal 5mm. Kertas pada menit terakhir tidak terbakar namun hanya basah dan tidak kaku lagi karena air yang ada meresap ke dalam kertas. Volume air berkurang menjadi 3x3x0,5 cm2
Pada percobaan ini kertas tidak terbakar meskipun dipanaskan. Hal ini dikarenakan air yang ada pada kotak kertas berbentuk kubus tersebut menghalangi oksigen sebagai salah satu faktor yang diperlukan untuk pembakaran kertas. Ketika oksigen tidak dapat masuk ke dalam, maka kertas tidak akan terbakar. Kalor yang dihasilkan Bunsen (kompor spiritus) hanya akan memanaskan air dan tidak untuk membakar kertas.
Berdasarkan hasil percobaan didapatkan hasil percobaan yang telah dilakukan yaitu dengan adaya variasi volume air yang dididihkan ternyata jika volum air yang dididihkan semakin banyak maka proses mendidihnya air tersebut juga akan semakin lama. Sedangkan dengan air yang volumenya lebih sedikit akan lebih cepat mendidihnya. Selain itu yang terpenting dapat dibuktikan juga bahwa pada kenyataannya air dapat mendidih dalam mangkuk kertas atau kotak kertas dan kotak kertas tersebut tidak terbakar. Kotak kertas yang berisi air tersebut tidak terbakar ketika dipanasi dengan api. Hal tersebut dikarenakan panas yang mengalir dari api ke kertas diteruskan oleh air dan udara sehingga membuat air mendidih. Kemudian diketahui pula bahwa kertas dan air merupakan penghantar panas yang buruk dikarenakan perlu waktu yang lama dalam mendidihkan air. Ada beberapa syarat hingga benda tersebut dapat terbakar antara lain adalah karena adanya bahan bakar, adanya oksigen, adanya sumber panas (api), dan tercapainya titik bakar pada sebuah benda. Apabila satu dari ke empat syarat tersebut tidak ada, maka sebuah benda tidak akan bisa terbakar.
Dalam proses mendidihkan air dalam mangkuk kertas atau kotak kertas ini juga terjadi proses perpindahan panas atau transfer panas. Di dalam cairan, di samping atom-atom setiap molekulnya bervibrasi atau bergetar-getar dan molekul secara keseluruhan berotasi. Moleku-molekul cairan juga bergerak secara translasi sehingga bertumbukan satu sama lainnya dan dalam tumbukan itu terjadi transfer tenaga kinetic. Lebih lanjut, dalam tumbukan-tumbukannya molekul-molekul yang tenaga kinetiknya lebih besar yang berarti pula suhunya lebih tinggi cenderung bergeser ke arah molekul-molekul yang tenaga kinetiknya lebih rendah yakni di bagian yang suhunya lebih rendah, sambil mentransfer tenaga kinetiknya. Ini berarti menjadi transfer tenaga kinetik, yang berarti transfer atau perpindahan panas yang menyertai pengaliran cairan dari bagian yang suhunya tinggi ke bagian yang suhunya rendah. Jadi, model yang dilakukan pada proses mendidihkan air pada mangkuk kertas atau kotak kertas ini di dalamnya terjadi proses perpindahan panas yang disebut dengan konveksi.
Berdasarkan grafik diatas untuk volume air (3x3x1) cm3, dapat diamati bahwa semakin lama suhu akan semakin naik, dari yang awalnya 300C menjadi naik seiring dengan bertambahnya waktu. Berdasarkan percobaan yang dilakukan, suhu hampir konstan ketika pemanasan yang dilakukan lebih dari 3 menit. Karena kalor yang diberikan semakin besar maka air akan menguap dan akhirnya mendidih. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan dibutuhkan waktu 12 menit untuk medidihkan air tersebut hingga tersisa sekitar seperempat bagian dari volume awal. Dalam percobaan ini tidak dilakukan pemanasan air hingga habis karena keterbatasan thermometer yang digunakan untuk mengukur suhu air yang tinggal sedikit.
Untuk grafik yang kedua yaitu dengan volume air (3x3x2) cm3, dapat diamati bahwa semakin lama suhu akan semakin naik, dari yang awalnya 310C menjadi naik seiring dengan bertambahnya waktu. Berdasarkan percobaan yang dilakukan, suhu hampir konstan ketika pemanasan yang dilakukan setelah 8 menit, tapi untuk menit ke nol sampai menit ke tujuh berdasarkan grafik diatas suhu secara teratur naik. Karena kalor yang diberikan semakin besar maka air yang menguap dan mendidih. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan dibutuhkan waktu 16 menit  untuk medidihkan air tersebut hingga tersisa sekitar seperdelapan bagian dari volume awal. Dalam percobaan ini juga tidak dilakukan pemanasan air hingga habis karena keterbatasan thermometer yang digunakan untuk mengukur suhu air yang tinggal sedikit.
1.      Melalui praktikum ini diharapkan mahasiswa menguasai keterampilan proses dan metode ilmiah
2.      Mengetahui peristiwa mendidihkan air dengan menggunakan mangkok kertas.

I.       KESIMPULAN
Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan diperoleh kesimpulan bahwa peristiwa mendidihnya air dengan menggunakan mangkok kertas di dalamnya terjadi proses perpindahan panas yang disebut dengan konveksi yang dipengaruhi oleh tumbukan molekul-molekul air yang menyebabkan adanya energy kinetik.

J.       DAFTAR PUSTAKA

Giancoli. Douglas C. 2001. Fisika Jilid I (terjemahan. Jakarta: Penerbit Erlangga
Halliday dan Resnick. 1991. Fisika Jilid I, Terjemahan. Jakarta: Penerbit Erlangga
Kanginan, M. 2006. Fisika untuk SMA Kelas XI Semester 2. Jakarta: Penerbit Erlangga
Tipler. P.A. 1998. Fisika untuk Sains dan Teknik-Jilid I (terjemahan). Jakarta: Penebit Erlangga
Young, Hugh D. & Freedman, Roger A. 2002. Fisika Universitas (terjemahan). Jakarta:


Sabtu, 10 Maret 2012

KETIKA AKHWAT JATUH CINTA





Ketika ahwat jatuh cinta???

Ketika akhwat jatuh cinta?

Tak ada yang aneh, mereka juga adalah manusia…

Bukankah cinta itu adalah fitrah manusia?

Tak pantaskah akhwat jatuh cinta?

Mereka juga punya hati dan rasa..

Tapi tahukah kalian betapa berbedanya mereka saat cinta seorang lelaki menyapa hatinya?
Tak ada senyum bahagia, tak ada rona maludi wajah, tak ada buncah suka di dada….

Namun sebaliknya…

Ketika akhwat jatuh cinta …
Yang mereka rasakan adalah penyesalan yang amat sangat, atas sebuah hijab yang tersingkap…
Ketika lelaki yang tak halal baginya, bergelayut dalam alam fikirannya, yang mereka rasakan adalah ketakutan yang begitu besar akan cinta yng tak suci lagi….

Ketika rasa rindu mulai merekah di hatinya, yang mereka rasakan adalah kesedihan yang tak terperih akan sebuah asa yang tak semestinya…
Tak ada senyum bahagia, tak ada rona malu,
Yang ada adalah malam-malam yang dipenuhi oleh air mata penyesalan atas cinta-Nya yang ternodai…
Yang ada adalah kegelisahan,
Karena rasa sayang yang salah arah…
Yang ada adalah penderitaan akan hati yang mulai sakit….

Ketika akhwat jatuh cinta…
Bukan harapan untuk bertemu yang mereka nantikan, tapi yang ada adalah rasa ingin menghindar dan menjauh dari orang tersebut….
Tak ada kata-kata cinta  dan rayuan…

Yang ada adalah kekhawatiranyang amat sangat, akan hati yang mulai merindukan lelaki yang belumhalal atau bahkan tak akan pernah halal baginya…

Ketika mereka jatuh cinta, maka perhatikanlah, kegelisahan dihatinya yang tak mampu lagi memberikan ketenangan di wajahnya  yang dulu teduh…
Mereka akan terus berusaha mematikan rasa itu bagaimanapun caranya,
Bahkan kendati dia arus hilang, maka itu pun akan mereka lakukan…
Alangkah kasihannya jika akhwat jatuh cinta…
Karena yang ada adalah penderitaan

Tapi ukhti…
Bersabarlah…
Jadikan ini ujian dari Rabbmu,,,

Matikan rasa itu secepatnya,,,
Pasang tembok pembatas antara kau dan dia…
Pasang duri dalam hatimu, agar rasa itu tak tumbuh bersemai…
Cuci dengan air mata penyesalan akan hijab yang sempat tersingkap…

Putar balik kembali hatimu, agar rasa itu tetap terarah hanya pada-Nya…
Pupuskan rasa rindu padanya dan kembalikan dalam hatimu rasa rindu akan cinta Rabbmu…

Ukhti..jangan khawatir kau akan kehilangan cintanya…
Karena bila  memang kalian ditakdikan bersama, maka tak akan  ada yang dapat mencegah kalian bersatu…

Tapi ketahuilah, bagaimana pun usaha kalian untuk bersatu, jika allah tak menghendakinya , maka tak akan pernah kalian bersatu…

Ukhti…bersabarlah…biarkan Allah yang mengaturnya..maka yakinlah semua akan baik-baik saja..
Semua akan indah pada waktunya….Ketika ahwat jatuh cinta???

Ketika akhwat jatuh cinta?

Tak ada yang aneh, mereka juga adalah manusia…

Bukankah cinta itu adalah fitrah manusia?

Tak pantaskah akhwat jatuh cinta?

Mereka juga punya hati dan rasa..

Tapi tahukah kalian betapa berbedanya mereka saat cinta seorang lelaki menyapa hatinya?
Tak ada senyum bahagia, tak ada rona maludi wajah, tak ada buncah suka di dada….

Namun sebaliknya…

Ketika akhwat jatuh cinta …
Yang mereka rasakan adalah penyesalan yang amat sangat, atas sebuah hijab yang tersingkap…
Ketika lelaki yang tak halal baginya, bergelayut dalam alam fikirannya, yang mereka rasakan adalah ketakutan yang begitu besar akan cinta yng tak suci lagi….

Ketika rasa rindu mulai merekah di hatinya, yang mereka rasakan adalah kesedihan yang tak terperih akan sebuah asa yang tak semestinya…
Tak ada senyum bahagia, tak ada rona malu,
Yang ada adalah malam-malam yang dipenuhi oleh air mata penyesalan atas cinta-Nya yang ternodai…
Yang ada adalah kegelisahan,
Karena rasa sayang yang salah arah…
Yang ada adalah penderitaan akan hati yang mulai sakit….

Ketika akhwat jatuh cinta…
Bukan harapan untuk bertemu yang mereka nantikan, tapi yang ada adalah rasa ingin menghindar dan menjauh dari orang tersebut….
Tak ada kata-kata cinta  dan rayuan…

Yang ada adalah kekhawatiranyang amat sangat, akan hati yang mulai merindukan lelaki yang belumhalal atau bahkan tak akan pernah halal baginya…

Ketika mereka jatuh cinta, maka perhatikanlah, kegelisahan dihatinya yang tak mampu lagi memberikan ketenangan di wajahnya  yang dulu teduh…
Mereka akan terus berusaha mematikan rasa itu bagaimanapun caranya,
Bahkan kendati dia arus hilang, maka itu pun akan mereka lakukan…
Alangkah kasihannya jika akhwat jatuh cinta…
Karena yang ada adalah penderitaan

Tapi ukhti…
Bersabarlah…
Jadikan ini ujian dari Rabbmu,,,

Matikan rasa itu secepatnya,,,
Pasang tembok pembatas antara kau dan dia…
Pasang duri dalam hatimu, agar rasa itu tak tumbuh bersemai…
Cuci dengan air mata penyesalan akan hijab yang sempat tersingkap…

Putar balik kembali hatimu, agar rasa itu tetap terarah hanya pada-Nya…
Pupuskan rasa rindu padanya dan kembalikan dalam hatimu rasa rindu akan cinta Rabbmu…

Ukhti..jangan khawatir kau akan kehilangan cintanya…
Karena bila  memang kalian ditakdikan bersama, maka tak akan  ada yang dapat mencegah kalian bersatu…

Tapi ketahuilah, bagaimana pun usaha kalian untuk bersatu, jika allah tak menghendakinya , maka tak akan pernah kalian bersatu…

Ukhti…bersabarlah…biarkan Allah yang mengaturnya..maka yakinlah semua akan baik-baik saja..
Semua akan indah pada waktunya….

BUNDA


BUNDA
Tiada kata yang lebih pantas untuk pahlawan sekaligus inspiratorku yang satu ini. Jiwanya adalah jiwa termulia sedunia. Kasihnya begitu tiada tara. Andaikan aku disuruh menilai dialah orang pertama yang aku nilai sempurna. Jasanya yang begitu besar, emas permata pun gak akan bisa membalasnya. Satu kata begitu bermakna, tinggi dan begitu indah..”BUNDA”.
            Bunda adalah orang pertama di dunia ini yang aku kenal. Dia sang surya yang selalu menyinari hariku dengan lautan kasih sayang. Aku tak membayangkan jika suatu hari nanti aku kehilangan sang Bunda tercinta. Tapi takdir dan kenyataanlah yan selalu berkuasa tentang skenario kehidupan ini. Andai roda kehidupan bisa kuputar, aku akan memutarnya di posisi selalu teratas. Berharap bunda akan selalu bahagia, bangga, dan tak ada lagi tetesan air mata di pipinya yang lembut.
            Suatu ketika saat aku duduk menemaninya memasak air, ada beberapa ceritanya yang membuat aku harus bangkit. Setiap katanya begitu bermakna, terlalu menusuk sampai ke relung hati yang paling dalam.
“nduk, tetaplah bersyukur atas apa yang Allah berikan. Allah tidak akan memberikan ujian diluar batas kemampuan hambanya. Belajarlah yang benar. Berjuanglah, Bunda dan Ayahmu akan selalu mendoakan yang terbaik untukmu. Di dunia ini tak ada orang tua yang akan tega menjerumuskan anaknya sendiri. Ilmu yang sekarang kamu tuntut memang penting dan utama untuk masa depanmu, tapi jangan sekali-kali kamu melupakan Yang Maha Kuasa. Walaupun nanti kamu bisa jadi orang yang dihormati, kaya raya tapi kalau akhlakmu buruk, tidak tahu sama orang tua, kufur nikmat, itu sama saja NOL. Agama itu harus selalu diutamakan, jangan pernah kau sepelekan karena itu adalah bekal untuk kehidupan kita nanti”.
            Selesai dengan nasehat tersebut aku hanya mengiyakan saja apa yang dikatakan Bundaku. Kata- kata tersebut hanya seperti angin lalu yang masuk kuping kanan keluar kuping kiri bagiku. Lalu ia lanjutkan kembali ceritanya tentang masa kecilnya, dan aku masih sibuk dengan cucian piringku.
“bersyukurlah, kehidupanmu yang sekarang itu lebih baik daripada kehidupanku dulu sewaktu kecil. Dulu itu ibu selalu cekoki dengan yang namanya pekerjaan dari pagi hingga malam. Tak ada kata bermain dengan teman sebaya. Yang harus kulakukan bekerja dan bekerja, hingga indahnya masa kecilku, ku gadaikan hanya untuk membantu orang tua. Pendidikan yang ibu dapatkan juga tak seberapa. Ibu hanya lulusan SD nduk, jangankan untuk sekolah, dulu untuk makan aja saja kami kekurangan. Dari kedelapan bersaudara hanya satu orang saudara ibu yang berhasil sampai menyenyam bangku sekolah menengah atas. Yaitu budemu…bude Tumirah. Budemu emang sangat ulet, setiti, telaten dan rajin. Dulu ketika ibu mau sekolah aja, sama mbahmu cuma dijarke (dibiarkan). Sekolah silakan, tidak ya silakan. Mau daftar  sekolah saja ibu tidak diantar, apalagi didaftarkan. Mengenyam pendidikan sampai ke sekolah menengah pertama adalah mimpi ibu yang sedari dulu tidak akan pernah menjadi kenyataan.”
 Dalam benakku, seketika aku teringat oleh cerita mbah siwo tentang masa kecil ibuku yang memang penuh dengan keprihatinan. Mbah siwo bilang,”dulu ibumu itu memang sangat kasian sekali. Kalau pulang sekolah mukanya sudah kucel, sragam tuanya yang udah kecoklatan selalu setia mendampingi tubuhnya. Dengan langkah yang sempoyongan, mungkin karena kecapekan sudah dapat dipastikan itu pasti ibumu. Ya maklumlah. Waktu itu dia tidak dibelikan sragam baru seperti kebanyakan anak pada umumnya. Dia hanya memakai bekas seragam sekolah kakaknya yang terdahulu. Keadaan ekonomilah yang membuatnya harus begitu”. Hatiku begitu terenyuh ketika kumendengar ceritanya, sungguh malang masa kecilnya. Kini dia sedang mengenang masa kecilnya yang begitu sedih, dan aku bisa merasakan semua itu.
            Dalam hatiku sebenarnya aku menangis lirih, “Ya Allah kenapa begitu pahit masa kecilnya? Jangankan untuk bersekolah, bermain saja ia tak punya waktu.  Waktunya telah habis untuk membantu orang tuanya bekerja. Tapi kenapa masih ada hati yang ikhlas dan tulus sepertinya??? Apa yang Engkau recanakan Ya Rabbi, Atas hamba-MU yang satu ini??adakah KAU selalu mendengar apa yang selalu ia adukan? semoga ia selalu KAU beri kemudahan dalam setiap langkah hidupnya. Andaikan dulu aku terlahir lebih terdahulu darimu Bunda dan telah menjadi orang yang sukses, tentu ingin rasanya tanganmulah yang pertama aku angkat dari kehidupanmu!!”. Dan saat itu masih banyak lagi berderet pertanyaan dan doa yang ada dalam hati dan benakku.
            Roda kehidupan yang akan selalu berputar, bermodal mimpi, doa, usaha dan keyakinanlah maka kita tinggal tunggu hari indah itu kan datang. Harapan yang tak pernah putus, karena harapan adalah mimpi yang tak pernah mati. Semangat untuk menjadi apa yang kita inginkan ataupun mencapai apa yang kita ingin raih. Semangat  yang membara adalah bahan bakar yang harus selalu ada dan tersedia untuk menyambut hari indah itu. Keindahan yang sebenarnya adalah keindahan yang terletak pada prosesnya untuk menjadi orang. Orang yang sebenar-benarnya orang adalah mereka orang yang mampu memberi manfaat kepada orang lain.
            Dari berbagai cerita bunda aku perlahan dapat membuka mataku lebar-lebar. Bagaimana indahnya hidup ini. Bagaimana Tuhan memberiku kesempatan dan keberuntungan yang lebih daripada yang lain. Tinggal bagaimana cara kita mensyukurinya. Merasa cukup atau tidak. Proses kehidupan yang terus berputar, hingga suatu nanti waktulah yang akan menjawab tantangan kehidupan. Apakah kita cukup mampu dan pantas menjadi orang yang dibanggakan ataukah sebaliknya.
            Terimakasih aku ucapkan kepada Bunda, yang selalu ada menemaniku, menyayangiku, mengasihiku, membantuku, dan yang sudah terlalu banyak mengajariku tentang kehidupan. Semoga aku bisa menjadi lebih dari harapan Bunda…
Terimakasih atas semangat dan pengertian Bunda…

Bunda..
Ku merajuk, melawan, menangis…
Ku sakit, jatuh, menangis, kesepian…
Hingga sendiri dan sepi tak terbunuh lagi
Tapi kaulah malaikat yang selalu dihati


Air matamu bagai mutiara yang tiada tara harganya..
Tangis, sedih, deritamu karena aku.
Akankah aku mampu membayar semua itu..

Tidak bunda,,
Aku tahu tak akan bisa..

Hanya doa yang selalu aku panjatkan,,
Semoga Tuhan membangunkan surga untukmu
Untuk hatimu yang suci
Untuk jiwamu yang bersih
Untuk kasih sayang yang tulus
Untuk semangat hidupku
Dan untuk semuanya
Duhai Bunda…